Upil-Upil
Embah buyut saya menyebut proses perontokan bulir jagung dari janggelnya tersebut dengan sebutan upil-upil. Yah, upil-upil namanya. Meski melelahkan dan terkadang tangan sampai mengelupas karena gesekan dangan bulir jagung, sebagian besar teman, rekan, saudara bahkan keluarga kita seakan setia dan lebih rela memilih cara tradisional tersebut.
Katanya, dibalik itu semua, ternyata upil-upil mengajarkan kepada kita banyak hal positif. Upil-upil menjadi media komunikasi bagi wong ndeso. Media untuk ngudho rosoantara warga satu dengan lainnya. Karena lazimnya, upil-upil lebih sering dilakukan secara berjamaah.
selain upil-upil, ada budaya "petan", cari kutu rambut.
ReplyDeletecuma, sudah jarang terlihat orang melestarikan budaya "petan". ini pertanda, tingkat kesadaran hidup sehat meningkat. sudah jarang orang mempunyai kutu, karena rajin keramas membersihkan rambut.
hehehe...nyambung ngga kang tarom sama topik pembahasan di atas.