Dampo Awang Dibubarkan
Skuad Dampo Awang yang selama ini telah bersusah payah mengibarkan panji sepakbola Rembang dalam mengarungi kerasnya rimba kompetisi Divisi Utama Liga Joss 2009-2010, terhitung Jumat malam(2/4), secara resmi dibubarkan. Pembubaran tersebut dilakuakan melalui acara selamatan dan manakiban sederhana yang berlangsung di gerbang masuk Stadion Krida Rembang, Jumat malam (2/4).
Seluruh pemain, tim pelatih dan jajaran manajemen berdoa bersama mensyukuri hasil yang dicapai. Manajer PSIR, Maliki Nurudin, ditemui disela-sela acara menerangkan bahwa pihaknya sangat berbahagia dapat menunaikan janji seperti yang telah ia ikrarkan saat melaunching PSIR pada awal kompetisi. Kala itu, manajemen berjanji akan membawa PSIR bertahan di divisi utama dan naik peringkat.
“Kompetisi lalu PSIR berada di posisi 9. Sekarang PSIR naik satu tingkat bercokol di posisi 8. Itu artinya, kita sudah menepati janji,” ucapnya sembari berkelakar.
Sementara itu pelatih kepala PSIR, Edi Simon Badawi, mengaku selama memimpin Laskar Dampo Awang, dirinya banyak menemui kendala khususnya masalah mepetnya persiapan. Sehingga, apapun hasilnya yang mampu diraih timnya patut disyukuri karena anak asuhnya tidak degradasi.
“Ini harus kita syukuri bersama. Kami dapat mewujudkan target yang dibebankan di pundak saya,” ucapnya.
Edi Simon menambahkan, kedepan pengurus PSIR harus menjadwalkan persiapan yang matang sehingga pembentukan tim dapat dilakukan secara lebih sempurna sehingga mampu meraih prestasi yang memuaskan.
Tidak lupa, tegas Edi Simon, masalah pendanaan juga harus dipikirkan jauh hari sebelum kompetisi dijadwalkan. “Dengan dana yang mumpuni maka kesiapan tim akan dapat lebih dioptimalkan sehingga prestasi tim juga akan lebih terangkat,” ujarnya.
Seluruh pemain, tim pelatih dan jajaran manajemen berdoa bersama mensyukuri hasil yang dicapai. Manajer PSIR, Maliki Nurudin, ditemui disela-sela acara menerangkan bahwa pihaknya sangat berbahagia dapat menunaikan janji seperti yang telah ia ikrarkan saat melaunching PSIR pada awal kompetisi. Kala itu, manajemen berjanji akan membawa PSIR bertahan di divisi utama dan naik peringkat.
“Kompetisi lalu PSIR berada di posisi 9. Sekarang PSIR naik satu tingkat bercokol di posisi 8. Itu artinya, kita sudah menepati janji,” ucapnya sembari berkelakar.
Sementara itu pelatih kepala PSIR, Edi Simon Badawi, mengaku selama memimpin Laskar Dampo Awang, dirinya banyak menemui kendala khususnya masalah mepetnya persiapan. Sehingga, apapun hasilnya yang mampu diraih timnya patut disyukuri karena anak asuhnya tidak degradasi.
“Ini harus kita syukuri bersama. Kami dapat mewujudkan target yang dibebankan di pundak saya,” ucapnya.
Edi Simon menambahkan, kedepan pengurus PSIR harus menjadwalkan persiapan yang matang sehingga pembentukan tim dapat dilakukan secara lebih sempurna sehingga mampu meraih prestasi yang memuaskan.
Tidak lupa, tegas Edi Simon, masalah pendanaan juga harus dipikirkan jauh hari sebelum kompetisi dijadwalkan. “Dengan dana yang mumpuni maka kesiapan tim akan dapat lebih dioptimalkan sehingga prestasi tim juga akan lebih terangkat,” ujarnya.
Comments
Post a Comment