REMBANG - Suasana di salah satu TPS saat penghitungan suara pada Pemilu Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2013, Ahad (26/5) siang.
Powered by Telkomsel BlackBerry®
Memiara hewan ternak, bagi sebagian besar petani Rembang adalah “wajib” hukumnya. Pasalnya, selain sebagai bentuk investasi, bagi para petani, hewan ternak terutama sapi juga merupakan “mesin hidup” untuk membajak sawah. Dahulu, sebagian masyarakat kita menyebut sapi dengan istilah rojo-koyo , yang berarti rajanya kekayaan. Banyak sedikitnya rojo-koyo , merupakan penanda kemapanan seorang petani. Semakin banyak mereka memelihara sapi, maka dapat dipastikan semakin mapan pulakehidupan mereka. Begitu juga sebaliknya.
Pernahkah anda mendengar kisah Pangeran Bunnabrang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Geseng? Sunan Geseng merupakan salah satu murid Sunan Kalijaga yang sakti mandraguna. Ketokohan dan kesaktian Sunan Geseng yang tak terbantahkan, membuat makam beliau hingga saat ini amat sangat dikeramatkan. Makam Sunan Geseng terletak di Dukuh Suro, Desa Seren, Kecamatan Sulang. Makam tersebut hingga saat ini kerap didatangi para peziarah baik dari dalam maupun luar kota Rembang. Umumnya mereka yang datang ke tempat tersebut berharap mendapatkan berkah dari sang sunan melalui ranting kering atau daun kering pohon jati yang berdiri di dekat makam.
Percaya gak percaya, cerita klenik ini hingga sekarang masih diyakini kebenarannya oleh sebagian masyarakat Rembang. Menurut pergunjingan sebaian masyarakat, Rembang memiliki tempat misteri yang dihuni salah satu ratu pesugihan yang elok nan cantik. Lelembut dari bangsa peri tersebut, konon kabarnya akan membantu setiap pemujanya untuk mendapatkan kekayaan yang melimpah. Pesugihan tersebut bernama Nyai Puspo Cempoko.
Comments
Post a Comment