Memiara hewan ternak, bagi sebagian besar petani Rembang adalah “wajib” hukumnya. Pasalnya, selain sebagai bentuk investasi, bagi para petani, hewan ternak terutama sapi juga merupakan “mesin hidup” untuk membajak sawah. Dahulu, sebagian masyarakat kita menyebut sapi dengan istilah rojo-koyo , yang berarti rajanya kekayaan. Banyak sedikitnya rojo-koyo , merupakan penanda kemapanan seorang petani. Semakin banyak mereka memelihara sapi, maka dapat dipastikan semakin mapan pulakehidupan mereka. Begitu juga sebaliknya.
Kabar gembira untuk warga Punjul Harjo, Rembang. Terkait penemuan kapal kuno beberapa waktu silam, di komplek tersebut bakal dibangun Museum Bahari. Rencana ini bukan isapan jempol belaka. Pemerintah pusat telah menyetujui usulan Pemkab Rembang untuk membangun lokasi penemuan perahu kuno menjadi museum bahari sekaligus obyek wisata bahari yang akan didanai dari duit APBN.
Pernahkah anda mendengar kisah Pangeran Bunnabrang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Geseng? Sunan Geseng merupakan salah satu murid Sunan Kalijaga yang sakti mandraguna. Ketokohan dan kesaktian Sunan Geseng yang tak terbantahkan, membuat makam beliau hingga saat ini amat sangat dikeramatkan. Makam Sunan Geseng terletak di Dukuh Suro, Desa Seren, Kecamatan Sulang. Makam tersebut hingga saat ini kerap didatangi para peziarah baik dari dalam maupun luar kota Rembang. Umumnya mereka yang datang ke tempat tersebut berharap mendapatkan berkah dari sang sunan melalui ranting kering atau daun kering pohon jati yang berdiri di dekat makam.
Comments
Post a Comment