Kemarau, Pengrajin Batu Bata kesulitan air Untuk Produksi
Tiga bulan terakhir, pengrajin batu bata merah di Kecamatan Kaliori mengaku kesulitan berproduksi lantaran sulitnya mendapatkan air untuk proses pembuatan. Pasalnya, musim kemarau yang berkepanjangan hingga saat ini, mengakibatkan tandon air yang khusus disediakan untuk proses pembuatan batu bata mengalami kekeringan. Demikian dikatakan Suhadi, salah satu pengrajin batu bata asal Desa Maguan, Kecamatan Kaliori. “Produksi sangat terbatas lantaran sulitnya mendapat air sebagai bahan pokok untuk membuat batu bata. Persediaan air sangat terbatas, itu pun kita harus bersusah payah mencarinya hingga ratusan meter,” katanya. Suhadi menambahkan kondisi tersebut sangat berpengaruh atas produksinya. “Untuk produksi, selama kemarau kita harus mengambil air yang jaraknya lebih dari 200 meter. Itu pun harus dilakukan dengan cara manual sehingga memakan waktu cukup lama. Sumber air yang sudah mengering tidak memungkinkan dilakukannya pengambilan air bawah tanah dengan diesel seperti yan...