Posts

Kemarau, Pengrajin Batu Bata kesulitan air Untuk Produksi

Tiga bulan terakhir, pengrajin batu bata merah di Kecamatan Kaliori mengaku kesulitan berproduksi lantaran sulitnya mendapatkan air untuk proses pembuatan. Pasalnya, musim kemarau yang berkepanjangan hingga saat ini, mengakibatkan tandon air yang khusus disediakan untuk proses pembuatan batu bata mengalami kekeringan. Demikian dikatakan Suhadi, salah satu pengrajin batu bata asal Desa Maguan, Kecamatan Kaliori. “Produksi sangat terbatas lantaran sulitnya mendapat air sebagai bahan pokok untuk membuat batu bata. Persediaan air sangat terbatas, itu pun kita harus bersusah payah mencarinya hingga ratusan meter,” katanya. Suhadi menambahkan kondisi tersebut sangat berpengaruh atas produksinya. “Untuk produksi, selama kemarau kita harus mengambil air yang jaraknya lebih dari 200 meter. Itu pun harus dilakukan dengan cara manual sehingga memakan waktu cukup lama. Sumber air yang sudah mengering tidak memungkinkan dilakukannya pengambilan air bawah tanah dengan diesel seperti yan...

Rembang Panen Mangga Hingga Desember

Petani di wilayah Kaupaten Rembang, Jawa Tengah, mulai panen raya mangga. Panen diperkirakan bakal berlangsung hingga dua bulan ke depan. Tarsono, seorang pengepul mangga asal Sulang, Kamis (13/10) mengatakan, sudah sekitar sebulan petani di Rembang melakukan panen mangga. “Tanaman mangga sudah memasuki musim panenan sejak beberapa waktu lalu. Diperkirakan, panenan akan terus berlangsung hingga dua bulan ke depan. Hal tersebut terkait produktifitas mangga di Rembang yang terbilang melimpah pada musim ini,” katanya. Hal senada juga diungkapkan Keman, pengepul mangga asal Dusun Traloh, Tlogotunggal, Kecamatan Sumber. menurutnya, cuaca yang bersahabat, membuat musim panen mangga tahun ini terbilang normal. “Dibanding musim lalu, panenan mangga tahun ini lebih baih, sehingga masa panen diprediksi akan terus berlangsung hingga dua bulan ke depan,” katanya. Tarsono menyebutkan, di Rembang sedikitnya ada dua jenis mangga yang cukup baik produktifitasnya, yakni harum manis atau biasa...

Jangkar Keramat Menjadi Logo Baru PSIR

Lain dulu lain sekarang. Tim PSIR Rembang yang semula merupakan tim plat merah yang sumber dananya bergantung pada uang rakyat melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kini bermetamorfosis menjadi tim profesional yang pengelolaanya dilaksanakan secara mandiri oleh PT Bina Putra Allam Persada (PT BPAP). Seiring perubahan pengelolaan tersebut, maka logo tim juga ikut berubah. Padi dan kapas yang semula menjadi logo Tim PSIR, kini diganti dengan logo baru yakni jangkar. Hal tersebut disampaikan Bupati Rembang, H Moch Salim selaku penasehat tim PSIR dalam kegiatan gathering PSIR yang dilaksanakan di Dampo Awang Beach Taman Rekreasi Pantai Kartini (DABTRPK) Rembang, Minggu (2/10). “Dipilihnya jangkar sebagai logo baru Tim PSIR karena jangkar merupakan gambaran umum Rembang sebagai daerah nelayan. Jangkar melambangkan kekokohan, ketegaran dan kekuatan,” katanya. H Moch Salim menambahakan, dengan perubahan logo PSIR dari padi dan kapas menjadi jangkar, kedepannya...

Kemarau, Pengrajin Batu Bata kesulitan air Untuk Produksi

Tiga bulan terakhir, pengrajin batu bata merah di Kecamatan Kaliori mengaku kesulitan berproduksi lantaran sulitnya mendapatkan air untuk proses pembuatan. Pasalnya, musim kemarau yang berkepanjangan hingga saat ini, mengakibatkan tandon air yang khusus disediakan untuk proses pembuatan batu bata mengalami kekeringan. Demikian dikatakan Suhadi, salah satu pengrajin batu bata asal Desa Maguan, Kecamatan Kaliori. “Produksi sangat terbatas lantaran sulitnya mendapat air sebagai bahan pokok untuk membuat batu bata. Persediaan air sangat terbatas, itu pun kita harus bersusah payah mencarinya hingga ratusan meter,” katanya. Suhadi menambahkan kondisi tersebut sangat berpengaruh atas produksinya. “Untuk produksi, selama kemarau kita harus mengambil air yang jaraknya lebih dari 200 meter. Itu pun harus dilakukan dengan cara manual sehingga memakan waktu cukup lama. Sumber air yang sudah mengering tidak memungkinkan dilakukannya pengambilan air bawah tanah dengan diesel seperti yan...

Nyai Hj Fahimah di Mata Santri

Berpulangnya istri KH Maemun Zuber, Hj Fahimah merupakan kabar duka bagi para santri dan alumni pondok pesantren (ponpes) Al-Anwar, Karangmangu, Sarang. Walaupun jarang berinteraksi secara langsung, namun kebanyakan santri menyebut almarhumah merupakan sosok yang kharismatik dengan ketekunan ibadah setiap waktu. Di mata santri, almarhumah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berzdikir dan sesekali menjadi Imam sholat berjama’ah bagi santri putri. Seperti diungkapkan oleh Zulfah( 26), alumni ponpen Al-Anwar, Sarang. Ia menuturkan bahwa almarhumah merupakan tauladan yang baik bagi santri, terutama menyangkut ketekunan ibadah. Selain ketekunan dalam ibadah, perhatian terhadap para santri, terutama santriwati sangat kental. Tidak jarang santriwati mendapatkan sapaan dari almarhumah ketika kebetulan berpapasan. “Setahu saya, bu nyai perhatiannya terhadap santriwati sangat besar. Rasanya sangat tentram di hati ketika mendapatkan sapaan dari beliau,” kata Zulfah. Hal senada juga dikatakan...

Nyai Hj Fahimah di Mata Santri

Berpulangnya istri KH Maemun Zuber, Hj Fahimah merupakan kabar duka bagi para santri dan alumni pondok pesantren (ponpes) Al-Anwar, Karangmangu, Sarang. Walaupun jarang berinteraksi secara langsung, namun kebanyakan santri menyebut almarhumah merupakan sosok yang kharismatik dengan ketekunan ibadah setiap waktu. Di mata santri, almarhumah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berzdikir dan sesekali menjadi Imam sholat berjama’ah bagi santri putri. Seperti diungkapkan oleh Zulfah( 26), alumni ponpen Al-Anwar, Sarang. Ia menuturkan bahwa almarhumah merupakan tauladan yang baik bagi santri, terutama menyangkut ketekunan ibadah. Selain ketekunan dalam ibadah, perhatian terhadap para santri, terutama santriwati sangat kental. Tidak jarang santriwati mendapatkan sapaan dari almarhumah ketika kebetulan berpapasan. “Setahu saya, bu nyai perhatiannya terhadap santriwati sangat besar. Rasanya sangat tentram di hati ketika mendapatkan sapaan dari beliau,” kata Zulfah. Hal senada juga d...

Kemarau, Pengrajin Batu Bata kesulitan air Untuk Produksi

Tiga bulan terakhir, pengrajin batu bata merah di Kecamatan Kaliori mengaku kesulitan berproduksi lantaran sulitnya mendapatkan air untuk proses pembuatan. Pasalnya, musim kemarau yang berkepanjangan hingga saat ini, mengakibatkan tandon air yang khusus disediakan untuk proses pembuatan batu bata mengalami kekeringan.